
Pernahkah foto seperti ini melintas di beranda media sosial Anda? Visualnya berupa seorang turis yang berpose mengenakan pakaian adat. Di sekelilingnya hamparan sawah terasering hijau dengan rumah bambu saling berjejer. Jika pernah, itulah gambaran Cat Cat Village yang berada di kota Sapa, di sisi utara Vietnam. Desa wisata ini “meledak” sebagai destinasi liburan berkat banyaknya turis yang membagikan pengalaman mereka via Instagram dan TikTok.
Dari Sapa, Cat Cat Village berjarak sekitar 2-3 kilometer saja. Lantaran jaraknya yang relatif dekat, banyak wisatawan yang memilih berjalan kaki sekitar 30 hingga 45 menit. Sembari berjalan, mereka bisa menikmati segarnya suhu di sana serta memanjakan mata dengan panorama sekitar. Desa ini sendiri merupakan desa tradisional milik suku H’Mong.
Banyak yang tertarik berkunjung ke sini untuk melihat bagaimana penduduk tetap melestarikan budaya tradisional yang sudah berlaku secara turun-temurun. Keunikan inilah yang menjadi magnet paling kuat, termasuk wisatawan yang mendambakan cerita dan pengalaman unik selama berlibur ke Vietnam. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan di sana? Dapatkan informasinya di bawah ini!
Berapa harga tiket masuk ke Cat Cat Village?
Harga tiket masuk ke destinasi ini adalah Rp 65 sampai Rp 95 ribu per orang dewasa. Sedangkan untuk anak-anak, tarif masuk mulai dari Rp 46 hingga Rp 52 ribu per orang. Harga tiket gratis berlaku jika Anda membawa anak dengan tinggi badan kurang dari 1,2 meter. Setiap tiket yang dibeli sudah mencakup akses ke jalur utama desa, air terjun, dan kawasan budaya.
Perlu dicatat bahwa harga tersebut bisa berbeda tergantung musim. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengecek terlebih dahulu informasi tiket jelang keberangkatan untuk harga paling update. Sebagai tambahan, tiket dapat dibeli langsung di pintu masuk desa. Anda tidak perlu membeli secara daring. Untuk sampai ke destinasi ini, berikut panduan rute dari Jakarta:
- Jakarta-Hanoi: Berangkat dari bandara Soekarno-Hatta menuju bandara Noi Bai dengan durasi 3,5 sampai 6 jam.
- Hanoi-Sapa: Bisa menggunakan sleeping bus dengan durasi 5-6 jam atau memadukan kereta dan mobil dengan durasi total sekitar sembilan jam.
- Sapa- Cat Cat Village: Selain jalan kaki, Anda bisa memakai jasa ojek motor yang hanya membutuhkan waktu 5-10 menit saja.
Empat spot menarik yang wajib dikunjungi di Cat Cat Village
Desa wisata ini sudah ada sejak abad ke-19. Sebelum 1990, kawasan ini murni sebagai tempat tinggal suku H’Mong. Mereka terkenal karena kemampuannya bertahan hidup di kawasan pegunungan ekstrem, seperti di Sapa. Selain itu, mereka lihai sebagai petani di lahan terasering. Gaya hidup dan teknik bertani yang masih tradisional inilah yang membuat suku ini semacam simbol keunikan budaya di tengah masyarakat modern Vietnam.
Momentum menjadikan Cat Cat Village sebagai desa budaya terjadi pada akhir 1990-an. Pemerintah setempat mulai membangun infrastruktur dasar wisata, seperti jalur jalan, tiket masuk, dan area kunjungan. Nah, penasaran sisi menarik mana saja yang bisa dinikmati? Tanpa berpanjang lebar, berikut daftarnya!
Air terjun
Spot ini menjadi salah satu ikon utama di desa wisata ini. Mayoritas turis mengamini lokasi ini sebagai titik paling ikonik untuk berfoto. Selain karena airnya yang jernih, pemandangan sekitar akan membuat Anda takjub. Rimbunnya dedaunan semakin menambah suasana asri dan menenangkan. Belum lagi kicauan burung sebagai musik alami selama di area ini. Poin unik lainnya adalah di sini Anda bisa melihat warga memanfaatkan air terjun untuk kebutuhan sehari-hari, seperti untuk mengairi sawah mereka.
Jembatan kayu
Tidak salah menyebut destinasi di Sapa ini sebagai spot liburan sekaligus teladan untuk pariwisata budaya. Contohnya bisa terlihat dari jembatan tradisional, yang hingga sekarang masih mempertahankan aspek aslinya. Otoritas setempat tetap memilih elemen kayu sehingga menambah nilai keunikan alami lokasi ini. Jembatan ini sering menjadi tempat favorit wisatawan untuk berfoto.
Rumah tradisional suku H’Mong
Mengunjungi rumah asli suku ini merupakan pengalaman wisata yang betul-betul memberikan cerita spesial. Di sini, Anda akan mengagumi kehebatan suku ini yang masih mempertahankan pola hidup yang selaras dengan alam serta menjunjung tinggi kehidupan sosial di era modern seperti sekarang. Berikut sisi menarik rumah ini:
- Menggunakan bahan alami, seperti kayu, jerami, dan tanah, sebagai struktur bangunan.
- Interior rumah di desa ini sederhana tetapi bermakna penting, seperti perapian untuk tempat anggota keluarga berkumpul.
- Mempunyai halaman berukuran kecil untuk memelihara hewan ternak.
Area panggung terbuka
Untuk semakin memperkaya pengalaman budaya, Anda bisa menyaksikan pertunjukan budaya di dalam Cat Cat Village. Lokasinya mudah ditemukan sebab tidak jauh dari air terjun. Warga memilih menampilkan tarian di panggung terbuka untuk memudahkan wisatawan menemukan lokasinya. Acara ini berlangsung setiap hari dengan durasi 20 sampai 30 menit. Di setiap pertunjukkan, penari pria dan wanita memperagakan tarian lokal yang dinamis dan kompak. Alunan musik tradisional menambah semarak suasana dengan campuran ritme lembut dan energik.
Jelajahi Vietnam sepuasnya bersama Sentosa Wisata!
Setelah membaca deskripsi di atas, manakah spot yang tidak sabar untuk Anda datangi? Apapun pilihannya, pastikan Sentosa Wisata menjadi teman merangkai cerita wisata penuh makna di Vietnam. Kami merupakan biro perjalanan berpengalaman yang telah dipercaya menangani berbagai perjalanan internasional di seluruh dunia. Contohnya adalah Jepang, Korea Selatan, dan Australia.
Untuk Vietnam, kami telah menyediakan beragam paket tour Vietnam, termasuk wisata ke Cat Cat Village di Sapa. Anda dapat langsung memilih program tur ini yang cocok untuk mengisi liburan bersama anak-anak. Paket ini sudah mencakup tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi, hingga jasa pemandu wisata. Untuk lebih jelasnya, silakan menghubungi kami melalui WhatsApp yang ada di website ini.


