-
13 Januari 2026 11:38 am

Nami Island, Surga Alam dan Budaya Korea yang Kental

Nami Island, Surga Alam dan Budaya Korea yang Kental
Pernah nonton Winter Sonata? Drama Korea klasik yang membuat penonton tak hanya jatuh cinta dengan ceritanya, tetapi juga pemandangan setting-nya. Berbagai adegan romantisnya diambil di satu pulau ikonik bernama Nami Island. Salah satunya adalah adegan bersepedah dan lamaran. Drama keluaran 2002 tersebut sukses menyorot keindahnya lewat sinematografi yang membuat Pulai Nami jadi incaran pelancong dari penjuru dunia. Begitu pula pengunjung dari Indonesia. Kepopuleran budaya Korea Selatan yang terus berkembang membuat Nami Island menjadi destinasi tambahan selain Seoul. Namun, tak jarang masih banyak yang awam mengenai keistimewaan pulau ini. Jika ke sana, apa saja yang bisa dinikmati? Seberapa jauh dari Seoul? Berapa tiket masuknya? Dan banyak pertanyaan lainnya. Tenang, pertanyaan tersebut akan terjawab pada artikel ini. Baca sampai akhir untuk mengenal Pulau Nami lebih dalam!

Lokasi Nami Island

Berjarak sekitar 90 km dari Seoul, Nami Island terletak di Provinsi Chucheon. Lebih tepatnya di 1 Namiseom-gil, Namsan-myeon, Chuncheon-si, Gangwon-do, Korea Selatan. Pulau ini berbentuk setengah bulan dengan luas sekitar 430.000 m². Tak hanya bentuknya yang unik, areanya juga berada di lokasi tak biasa, yaitu di tengah aliran Sungai Bukhangang. Untuk dapat ke sana, ada berbagai macam opsi sesuai keinginan. Jalur air dapat dijangkau dari Dermaga Gapyeong sekitar 4 hingga 5 menit. Sedangkan jalur darat dari Seoul dapat ditempuh dengan kereta, bus, atau kendaraan pribadi selama 1,5 - 2 jam. Ada juga opsi yang lebih menantang, yaitu dengan zip-line sepanjang 940 meter dari menara di Gapyeong.

Sejarah singkat

Meski baru populer beberapa dekade ini, Nami Island menyimpan sejarah yang cukup dalam. Pulau yang juga disebut Namiseom ini terbentuk pada 1944 setelah Bendungan Cheongpyeong menaikkan permukaan air Sungai Bukhagang secara signifikan. Kenaikan ini kemudian membanjiri daratan sekitar, memisahkan sebuah bukit kecil menjadi pulau. Area Pulau Nami yang semula hanya tanah biasa, kini terisolasi secara alami dengan bentuk yang unik. Nama Nami sendiri berasal dari seorang pahlawan pada Dinasti Joseon bernama Jenderal Nami. Ia dieksekusi pada 1468 atas tuduhan pengkhiatan palsu oleh Raja Yejong. Kemudian pada 1818, nama dan reputasinya dipulihkan kembali. Pengunjung bisa menemukan makamnya di pulau Nami yang dikenal dengan tumpukan batu mistis. Hingga sekarang, tumpukan batu tersebut menjadi simbol legenda dan sejarah yang masih dihormati. Pada 1965, Min Byeong-do membeli pulau dan menanam kembali pepohonan, lalu mendirikan Gyeongchun Tourism Development setahun kemudian untuk mengubahnya menjadi resor. Tahun 2000, perusahaan berganti nama menjadi Nami Island Co., Ltd., dan pada 2006 memproklamirkan "Republik Naminara" dengan paspor, mata uang, dan bendera sendiri sebagai gimmick wisata. Popularitas meningkat pesat setelah syuting Winter Sonata pada 2002, menarik jutaan turis internasional setiap tahunnya.

Ada apa saja di Nami Island?

Di Pulau Nami umumnya menonjolkan keindahan alam seperti Jalur Pohon Ginkgo dan aktivitas petualangan seperti zip-line. Di sana, pengunjung akan menemukan kombinasi pemandangan sungai, pepohonan, serta ruang terbuka yang luas. Sudut manapun terasa seperti lukisan hidup yang cocok untuk berjalan atau sekadar menikmati udara segar.Selain keindahan alamnya, Nami Island juga banyak aktivitas menarik untuk berbagai minat. Entah itu penggemar fotografi, pecinta alam, maupun keluarga yang ingin berlibur. Pengunjung dapat melalui jalur setapak yang rapi, melihat taman bunga yang menawan, hingga atraksi budaya dan kuliner lokal. Destinasi ini menawarkan pengalaman menyeluruh yang menggabungkan rekreasi dan edukasi.

Jalur alam dan taman

Atraksi paling menonjol dan populer di Nami Island adalah jalur alam dan tamannya. Berikut fitur alam yang harus dikunjungi ketika berkunjung ke Namiseom.
  • Ginkgo Tree Lane: Jalur yang dipenuhi barisan pohon ginkgo berdaun emas kuning di musim gugur. Pengalaman ini juga sering disebut sebagai “jalan surga”. Panjangnya sekitar 500m, ideal untuk foto romantis atau jalan santai.
  • Central Red Pine Road: Pengunjung dapat melihat jalan yang diteduhi pinus merah Korea dengan lampion dan bendera berbagai negara. Jalanannya cukup lebar sehingga nyaman untuk pejalan kaki maupun pesepeda. Biasanya pengunjung menjadikan jalur ini menjadi rute masuk pertama.
  • Maple Garden (Baekpungmilwon): Di Nami Island juga ada kebun maple. Taman ini mekar dengan warna merah-oranye di musim gugur. Terdapat patung tokoh Winter Sonata dan spot Gongsaengwon untuk refleksi. Area ini merupakan simbolisasi "kesadaran hidup sementara" dalam filsafat Korea.
  • Dodamsambong Peak: Lebih tinggi dari yang lain, puncak ini memperlihatkan panorama Sungai Bukhan dan gunung-gunung di sekitarnya. Di area yang cenderung lebih sepi ini terdapat jalur pendakian pendek yang biasa digunakan untuk meditasi atau foto matahari terbenam.

Aktivitas petualangan

Alam yang indah lebih menantang ketika dipadukan dengan atraksi petualangan. Pengunjung dapat memacu adrenalin sekaligus melihat pemandangan Nami Island dari sisi yang tak biasa.
  1. Zip-line: Apa yang lebih ikonik dari mengunjungi sebuah pulau via zip-line? Dikenal juga sebagai flying fox atau luncur gantung, pengunjung bisa melintasi Sungai Bukhan dengan kecepatan 80 km/jam.
  2. TreeGo & TreeCoaster: Terinspirasi dari rintangan hutan Eropa. Di TreeGo pengunjung dapat menikmati trampolin, terowongan kayu, juga jembatan gantung. Tak hanya itu, ada juga rollercoaster pohon yang turun dari ketinggian 9 meter untuk meluncur di antara pepohonan.
  3. Sewa sepeda atau skuter: Pelancong dapat mengitari 4km panjang Nami Island dengan menyewa sepeda keluarga tandem sepeda listrik, atau scooter.

Budaya & edukasi

Nami Island juga tak luput dari berbagai atraksi budaya dan edukasi yang menarik untuk semua usia. Berikut beberapa tempat dan aktivitas yang wajib dikunjungi.
  • Winter Sonata Landmark: Temukan patung Bae Yong-joong dan Coi Ji-woo di sini! Pengunjung juga bisa mengunjungi Jembatan Ciuman Pertama, serta spot syuting drama seperti bangku taman dan jalur sepeda.
  • Nami Island Art Gallery & Song Museum: Di sini ada Pyeonghwarang dan Nami Concours Gallery yang memamerkan karya ilustrator anak internasional sejak 2013. Selain itu, pelancong juga bisa menemukan patung Yu Qing Cheng. Ditambah lagi Song Museum, dimana ada memorablilia penyanyi terkenal yang mengeksplorasi sejarah K-pop.
  • Nami EcoSchool & GreenShop: EcoSchool menyelenggarakan program lingkungan interaktif seperti reboisasi dan daur ulang. Sementara GreenShop menjual produk organik, kerajinan ramah lingkungan, dan suvenir edukatif.

Event Musiman & Hiburan

Nami Island juga terkenal dengan berbagai festival dan acara musiman yang menghadirkan hiburan serta pengalaman unik bagi pengunjung. Setiap musim menawarkan kegiatan berbeda, membuat pulau ini menarik untuk dikunjungi sepanjang tahun.
  1. Festival Cahaya Musim Dingin: Diadakan pada Desember hingga Februari, festival ini menghadirkan jutaan lampu LED. Mulai dari jalur pohon, jembatan, hingga patung, semua dihiasi dengan cahaya gemerlap. Pengunjung juga dapat menikmati sledding salju dan berbagai photo zone tematik.
  2. Tulip Festival (Spring): Festival musim semi Nami Island ini berlangsung April hingga Mei. Mereka menampilkan lebih dari 2 juta bunga tulip dari 100 varietas di ladang luas. Ada parade bunga, workshop, dan area piknik.
  3. Water Park (Summer): Water Park musim panas ini buka Juni hingga Agustus. Pengunjung bisa menikmati kolam infinity, seluncuran raksasa dan lazy river. Ada juga splash pad dan area BBQ untuk keluarga.

Republik Naminara

Pada 1 Maret 2006, Nami Island mendeklarasikan Naminara Republic sebagai “negara imajiner” untuk promosi pariwisata. Meskipun tetap bagian dari Korea Selatan, gimmick ini menciptakan pengalaman unik. Pengunjung seolah memasuki negara baru dengan visa khusus dan stempel paspor. Mereka bahkan memiliki mata uang, bendera, dan lagu kebangsaan simbolis. Tak hanya sampai situ gimmick ini juga memiliki imigrasi dan diplomasi mini. Layaknya negara resmi, mereka juga punya produk lokal dan event budaya tahunan. Dibuat CEO Kang Woo-hyun, Naminara Republic berhasil mengubah pulau dari resor biasa menjadi destinasi naratif populer. Menarik jutaan turis asing setiap tahun dan menjadi model “place-branding” kreatif berbasis cerita dan ekologi.

Kuliner di Pulau Nami

Kunjungan wisata belum lengkap tanpa menikmati kuliner destinasinya. Di Nami Island untungnya pilihan makanan cukup beragam. Tak hanya masakan Korea yang autentik, tersedia juga berbagai menu internasional. Semuanya tersebar di restoran utama, kafe santai, dan area taman. Pengunjung dapat menikmati hidangan berat maupun camilan ringan tanpa harus meninggalkan area pulau. Menariknya lagi, kuliner Nami Island juga ramah bagi wisatawan Muslim dan vegetarian. Beberapa restoran menyediakan menu halal bersertifikasi dan pilihan non-daging. Sehingga, pengunjung dengan kebutuhan khusus tak perlu khawatir. Mereka tetap dapat menikmati pengalaman kuliner dengan nyaman. Berikut pilihan tempat makan yang paling populer dan direkomendasikan saat berkunjung ke pulau ini.

Restoran Korea

Bagi pengunjung yang ingin mencicipi cita rasa autentik Korea, Nami Island memiliki beberapa restoran utama yang menyajikan hidangan tradisional khas daerah. Tempat-tempat ini cocok untuk makan siang maupun makan bersama keluarga atau rombongan.
  • Nammoon Korean Restaurant: Menyajikan hidangan tradisional Korea seperti bibimbap, bulgogi hot pot, jjimdak (ayam braised), dan hanu gukbap. Berlokasi di lantai 1 Baplex Building dengan suasana restoran tradisional.
  • Seomhyanggi: Restoran BBQ khas Chuncheon dengan menu andalan dakgalbi dan oak firewood barbecue. Cocok untuk rombongan. Reservasi diperlukan untuk grup besar.
  • Yeongajiga Lunch Box: Menawarkan bento Korea klasik berisi nasi, telur goreng, ham, dan kimchi. Praktis untuk dinikmati sambil piknik di area taman Nami Island.

Opsi internasional & halal

Selain masakan Korea, tersedia pula restoran dengan menu internasional yang ramah bagi wisatawan Muslim dan vegetarian. Pilihan ini memberikan fleksibilitas bagi pengunjung dengan preferensi makanan yang beragam.
  • Dongmoon Asian Family Restaurant: Menyediakan menu Korea-Tiongkok seperti jjampong cumi dan nasi goreng. Ada juga kimchi udon dan fried chicken. Restoran ini dikenal memiliki sertifikasi halal untuk wisatawan Muslim di Nami Island.
  • Gomok: Restoran brunch bergaya Barat dengan menu pasta salad ricotta, crab rose pasta, serta craft beer khas Nami. Tersedia juga pilihan vegetarian dan ramah Muslim.
  • Ddanji Pub: Menyajikan pizza seperti truffle funghi dan margherita, serta pasta carbonara. Cocok untuk makan ringan atau bersantai sore hari.

Harga tiket dan jam buka Nami Island

Harga tiket masuk Nami Island untuk 2026 berkisar antara KRW 16.000-17.500. Untuk anak-anak dan remaja, tiket dikenai biaya KRW 13.000-16.000. Sedangkan bayi di bawah 3 tahun dapat masuk secara gratis. Tiket masuk ini sudah termasuk feri pulang-pergi ke pulau. Namun, pengunjung yang ingin mencoba zip-line harus membayar tambahan KRW 35.000-50.000. Bagi yang datang dari Seoul, tersedia juga paket tur yang mencakup transportasi dengan total harga lebih tinggi. Pulau Nami buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00. Pengunjung dapat masuk setidaknya hingga satu jam sebelum tutup. Pada musim dingin, pulau tutup lebih awal pada pukul 21.00. Sedangkan feri terakhir berangkat pukul 20.00. Untuk menghindari antrean panjang, pengunjung disarankan membeli tiket secara online melalui platform atau penyedia jasa tour. Terlebih lagi, saat high season atau festival cahaya, harga tiket bisa naik 20-30%.

Bulan terbaik untuk berkunjung

Bulan terbaik untuk mengunjungi Nami Island adalah Oktober hingga November serta April hingga Mei. Pada periode ini, keindahan alam pulau berada di puncaknya. Musim gugur menghadirkan daun ginkgo dan maple berwarna emas hingga merah. Sementara musim semi menampilkan bunga tulip dan sakura yang bermekaran. Kedua musim ini menawarkan suasana paling fotogenik dan nyaman untuk menjelajah pulau.Pada musim gugur, suhu di area ini berkisar 5–13°C, memperlihatkan puncak warna terbaik jalur Metasequoia dan Ginkgo Tree Lane. Sementara itu, musim semi menawarkan cuaca sejuk 4–11°C, Tulip Festival dengan jutaan bunga, serta suasana lebih lengang. Untuk musim dingin, Pulau Nami cocok dikunjungi untuk Festival Cahaya. Sedangkan musim panas ideal untuk Water Park. Meski demikian, bulan Juli–Agustus sebaiknya dihindari karena hujan.

Yuk, ke Pulau Nami bareng Sentosa Wisata!

Nah, bagaimana? Lengkap sekali ya tempat wisata yang bisa dikunjungi di Nami Island. Pulau dengan sejarah dan bentuk yang menarik ini menawarkan atraksi alam, petualangan, dan juga kuliner yang menggugah. Konsep unik Republik Naminara menambah daya tarik yang membuat pulau ini populer sepanjang tahun. Untuk pengalaman terbaik, berkunjunglah pada musim semi atau gugur untuk melihat dedaunan yang indah. Sekarang, saatnya rencanakan liburan ke Nami Island bersama Sentosa Wisata. Temukan paket perjalanan nyaman, aman, dan sesuai budget Anda. Dari destinasi populer hingga pengalaman unik, biarkan kami menjadi partner perjalanan Anda. Tiada lagi pusing mengatur itinerary. Hanya perjalanan yang tenang dan menyenangkan. Kunjungi website kami dan pilih paket wisata impian Anda sekarang!
Blog Post Lainnya
Alamat
Ged. One Pacific Place Lt. 15 SCBD JAKSEL
021-25502426
+6281297806480
+6282211113467
Social Media
@2026 Sentosa Wisata Inc.