
Jepang menawarkan pesona yang seolah tiada habisnya untuk dibahas. Negeri Sakura ini menyimpan sisi unik yang lengkap, mulai aspek alam, budaya, hingga teknologi. Salah satu destinasi yang wajib Anda kunjungi adalah Tokyo Tower atau Menara Tokyo. Dilihat dari kejauhan, tidak salah bila Anda menduga bangunan ini mirip dengan Menara Eiffel di Paris.
Pada kenyataannya, desain Tokyo Tower memang terinspirasi dari Menara Eiffel yang lebih dahulu berdiri pada 1889. Bedanya paling kentara terdapat pada cat menara Tokyo yang berwarna putih dan oranye. Alasan pemilihan warna tersebut adalah untuk mematuhi aturan keselamatan internasional. Menjulang setinggi 332,9 meter, menara ini berdiri kokoh di langit distrik Shiba-koen di Minato.
Hingga 2012, ia menjadi yang tertinggi di seantero Jepang sebelum digantikan oleh Tokyo Skytree. Sejak diresmikan pada 1958, fungsi menara Tokyo sudah jauh berkembang dari kegunaan awalnya sebagai menara komunikasi. Kini, banyak wisatawan internasional tertarik mampir ke menara ini. Apa saja sih daya tarik bangunan ini? Yuk, simak selengkapnya dalam paragraf berikut!
Mengapa Tokyo Tower begitu istimewa?
Tokyo Tower istimewa sebab merupakan landmark yang kaya dengan nilai sejarah dan budaya pop khas Jepang. Menara ini dibangun tidak lama setelah Perang Dunia II. Kehadirannya menandakan modernisasi dan pemulihan cepat Jepang dari perang tersebut. Bangunan ini berfungsi untuk mendukung penyiaran, baik radio dan televisi. Pada 1961, pengelola bangunan menambahkan antena transmisi untuk penyiaran.
Antena tersebut juga membantu mendistribusikan sinyal ke berbagai media, seperti NHK, dan Fuji Television. Jika Anda gemar dengan budaya populer Jepang, menara ini pasti sudah tidak asing. Banyak sekali anime drama hingga film bertemakan Godzilla yang mengambil lokasi syuting di sini. Masih ada loh fakta menarik lainnya, berikut di antaranya:
- Tokyo Tower terbuat dari bahan daur ulang bekas perang.
- Tinggi 333 meter menyimbolkan keberuntungan dan agar mudah diingat.
- Lima tahun sekali menara ini dicat ulang menggunakan tangan. Proses ini memakan waktu hingga setahun!
- Menara ini dirancang bisa bergoyang saat gempa bumi dan angin kencang tetapi tidak runtuh.
- Menara ini seringkali muncul dalam film atau anime untuk menggambarkan adegan emosional, seperti saat reuni, scene akhir, hingga pengakuan tokohnya.
Empat hal yang wajib dicoba saat di Tokyo Tower
Destinasi ini sangat mudah untuk dijangkau. Jika Anda sudah berada di pusat Tokyo, seperti Ginza dan Roppongi, Anda cukup berjalan kaki saja ke kawasan menara ini. Jika waktu cukup banyak, Anda bisa menghabiskan waktu dua hingga tiga jam, yang sudah mencakup durasi untuk makan dan berfoto ria. Tetapi, jika waktu mepet, 1 jam saja sudah cukup untuk menikmati menara ini dan isinya.
Biasanya, dalam tur wisata, Tokyo Tower satu paket dengan Kuil Zojo-ji dan Taman Shiba. Ada pula yang menyatukan destinasi tersebut dengan deretan bar dan museum di Roppongi. Lokasi menara juga dekat dengan Azabu-Juban, lokasi berburu foto lucu dan makanan enak. Berikut pilihan kegiatan yang bisa menambah semarak wisata Anda di Jepang.
Menaiki menara
Tentunya, kurang afdol berada di Tokyo Tower tanpa menikmati sensasi di atas ketinggian. Anda bisa menaiki 600 anak tangga ke Main Deck dengan ketinggian 150 meter. Jika tidak kuat, tersedia elevator yang bisa membawa Anda. Jika ingin lebih optimal, Anda bisa ke Top Deck yang berketinggian 250 meter. Dari atas, saksikan keindahan kota Tokyo dengan pencahayaan LED yang bakal terlihat memukau saat malam hari.
Sensasi makan di “atas awan”
Terdapat beberapa kafe di Main Deck dan Top Deck dimana Anda bisa menikmati suguhan yang jarang terjadi. Rasakan sensasi minum kopi dan memakan kudapan lezat di lokasi ini. Selain di bagian ini, restoran bisa Anda temukan di sisi dasar Menara Tokyo. Rata-rata makanan yang dijual ada sajian menu Jepang dan Barat.
Mengunjungi kuil kecil
Meski Tokyo Tower terkesan begitu modern, Anda bisa menemukan sebuah kuil Shinto kecil di dalamnya, tepatnya lantai ke-2 pada Main Deck atau area observasi. Kuil ini menyimpan patung Amaterasu Omikami, dewi matahari. Kehadirannya diharapkan membawa keberuntungan dan keselamatan bagi bangunan ini. Untuk mencapai area ini, Anda perlu terlebih dahulu membayar tiket masuk ke Main Deck seharga Rp160an ribu untuk satu pengunjung dewasa.
Berburu suvenir khas Tokyo
Tidak lengkap rasanya berada di Tokyo Tower tanpa membawa buah tangan. Anda dapat berburu suvenir yang terbatas jumlahnya sehingga kesan eksklusif begitu melekat. Contoh oleh-oleh yang laris diburu turis adalah miniatur menara, gantungan kunci, magnet kulkas, dan pulpen dengan motif menara. Bahkan, Anda bisa membeli suvenir bertema Jepang, seperti produk bertema ninja, tembikar, dan perhiasan.
Nikmati pengalaman seru di Jepang bersama Sentosa Wisata!
Tokyo Tower merupakan satu dari sekian banyak atraksi Negeri Sakura yang dari tahun ke tahun tidak pernah sepi pengunjung. Jika Anda menjadikan kawasan ini sebagai daftar destinasi impian, jangan lupa untuk merencanakan dari awal agar bisa leluasa berada di sana. Supaya tidak repot mengurus segala dokumen dan tiket, yuk bergabung ke dalam tur kami.
Sentosa Wisata sudah sejak 2015 mendapat kepercayaan dari klien untuk berbagai tujuan perjalanan. Jepang sendiri termasuk ke dalam destinasi favorit. Tim kami sudah berpengalaman menangani turis, termasuk dalam rombongan besar. Untuk 2026, kami telah mempersiapkan paket yang bisa Anda tinggal pilih. Jadi, tunggu apalagi? Booking sekarang juga agar tidak kehabisan! Jika masih ada yang perlu ditanyakan, bisa langsung chat kami melalui WhatsApp.


