
Ketika sedang berwisata, kebanyakan orang mencicipi makanan khas Korea bukan di restoran terkenal. Banyak turis malah mencobanya di momen-momen yang sangat biasa. Misal, ketika merasa lapar setelah jalan kaki dalam jarak jauh, menunggu kereta, atau bahkan saat tersesat di jalan. Di momen ini suatu hidangan bukan lagi jadi atraksi wisata, tapi punya peran sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.
Masalahnya adalah masih banyak pengunjung yang belum tahu cara menikmati pengalaman dalam mencoba makanan khas Korea. Inilah yang menjadi alasan mengapa artikel ini hadir bagi pembaca. Panduan ini akan membahas semua informasi penting bagi turis agar punya pengalaman kuliner yang menyenangkan. Beberapa topik yang akan diulas yaitu rekomendasi hidangan, cara mencari masakan halal, dan masih banyak lagi.
Kesan awal pengalaman kuliner Korea bagi turis
Banyak turis sudah punya bayangan tentang masakan khas di “Negeri Ginseng” jauh sebelum mereka sampai di sana. Imajinasi ini seringnya muncul dari K-Drama, media sosial, dan cerita orang lain yang sudah pernah berkunjung. Segala aspek tersebut menjadi faktor yang membentuk ekspektasi betapa menarik dan lezatnya hidangan yang dilihat. Tentunya, kondisi ini membuat orang memiliki harapan tinggi dengan pengalaman kuliner yang akan dialami.
Saat sudah sampai, wisatawan baru mulai sadar kalau makanan khas Korea bukanlah sesuatu yang dipamerkan secara khusus atau mewah. Hidangan yang ditemui hadir secara apa adanya. Situasi ini membuatnya menyatu dengan ritme kehidupan sehari-hari warga lokal. Seiring berjalannya waktu, Anda mulai sadar bahwa kebanyakan warga lokal makan di tempat-tempat yang sederhana. Pemandangan ini biasanya jadi hal yang menarik minat pengunjung untuk sedikit lebih berani mencoba street food.
Keberanian untuk mencoba street food ini biasanya sebagai modal awal yang ideal agar pengalaman kuliner jadi susah dilupakan, bahkan saat sudah pulang ke tanah air. Segala rasa yang sudah terlintas di lidah menjadi bagian penting dari perjalanan. Hal ini semakin memorable ketika hari dan cuaca saat liburan sedang sangat panas atau hujan lebat. Agar Anda bisa punya pengalaman wisata tak terlupakan seperti ini, mari bahas beberapa masakan khas yang harus dicoba di part selanjutnya.
Apa saja makanan khas Korea yang populer?
Makanan khas Korea yang populer adalah kimchi, bibimbap, tteokbokki, gimbap, dan ramyeon. Satu hal yang perlu diingat yaitu bukan berarti hidangan lain di sana tidak enak. Akan tetapi, makanan ini biasanya sangat sering muncul di banyak tempat dan situasi saat sedang berlibur. Turis akan dengan mudah menemukan makanan-makanan ini di pusat kota yang ramai atau bahkan di terminal bus.
Banyak pendatang tidak sadar bahwa menikmati masakan yang sama dengan orang lokal secara tidak langsung membuat mereka jadi turis yang lebih autentik. Maksudnya adalah tidak ada menu atau penyesuaian bahan yang khusus dibuat untuk Anda. Akibatnya, tidak ada perbedaan yang diperlakukan. Hal ini membuat pengunjung bisa mencicipi rasa yang benar-benar asli. Mari telusuri lebih lanjut tentang pengalaman tersebut di bawah ini.
Kimchi
Kimchi adalah makanan khas Korea pertama yang pendatang coba setibanya di sana. Di lidah, ada perpaduan sensasi asam dan pedas yang tidak terlalu dominan. Sensasi ini dibuat lebih lengkap dengan aroma bawang putih yang kuat. Bagi banyak orang, keseluruhan pengalaman mencicipi ini bisa terasa cukup tajam bagi indra perasa mereka. Cita rasa yang ada tersebut terbuat dari fermentasi sawi putih dilengkapi campuran cabai bubuk (gochugaru), jahe, dan daun bawang.
Bibimbap
Bibimbap sendiri dibuat dari campuran bahan dasar yang cukup sederhana. Tapi, bahan-bahan tersebut bekerja dengan sangat baik dalam menciptakan rasa yang seimbang saat dimakan. Anda bisa menemukan nasi putih hangat yang dilapisi berbagai sayuran, seperti bayam, wortel, tauge, dan jamur. Bagian atasnya dibuat makin lezat dengan telur setengah matang dan daging sapi. Ketika di mulut, ada sensasi gurih ringan dengan sedikit sentuhan manis.
Tteokbokki
Turis sering mengatakan tteokbokki dominan nuansa rasa pedas dan manis yang kuat. Kedua sensasi ini dilengkapi dengan rasa asin yang membuatnya lebih seimbang. Pedas yang tajam ini sendiri datang dari saus tteokbokki yang terbuat dari fermentasi cabai. Orang-orang biasanya membuat makanan khas korea ini sebagai opsi utama untuk mengenyangkan perut. Ini karena porsi yang dihidangkan biasanya cukup besar.
Gimbap
Kalau dilihat dari bahannya, Gimbap sendiri terbuat dari berbagai hal yang mudah dikenali orang Indonesia. Dasar masakan ini adalah nasi putih yang dibumbui sedikit minyak wijen dan garam. Kemudian nasi diletakkan di atas rumput laut kering dan biasanya diisi dengan telur, wortel, bayam, dan daging sapi. Bukan berarti isiannya akan selalu seperti ini, karena masih ada banyak variasi lain yang bisa ditemukan. Kemudian setelah diisi, Gimbap akan digulung. Anda bisa merasakan rasa gurih rumput laut dengan rasa manis yang alami ketika memakan masakan ini.
Ramyeon
Ramyeon adalah makanan khas Korea yang sering menyelamatkan wisatawan ketika sulit menemukan hidangan yang sesuai. Banyak orang memakannya di toko kecil ataupun minimarket. Pengalaman makan ini sering terlihat sangat sederhana, tapi juga terus diingat karena hadir saat momen berlibur di Korea. Bahan-bahannya sendiri dirancang agar bisa matang dengan cepat. Jadi, Anda bisa memasaknya secara praktis dimanapun.
Beradaptasi dengan budaya makan orang lokal
Bukan cuma jenis-jenis hidangan yang ada, turis juga sering dihadapi dengan kebiasaan makan orang lokal. Ada beberapa hal kecil yang biasanya harus diperhatikan, seperti cara memesan dan etika makan tertentu yang warga setempat lakukan. Semua ini tentu dilakukan secara spontan oleh mereka. Akan tetapi, wisatawan bisa jadi melihat tradisi tersebut cukup berbeda dari kebiasaan yang ada dari negara asal.
Budaya yang ada ketika menyantap makanan khas Korea bersifat sebagai masukan yang membuat turis lebih observatif terhadap lingkungan. Biasanya, wisatawan belajar tentang kebiasaan orang lokal bukan dari aturan formal. Kebanyakan pengunjung justru belajar dengan cara melihat bagaimana orang lain bersikap di meja makan. Misal, salah satu kebiasaaan yang diperhatikan yaitu bagaimana cara berinteraksi dengan pelayan. Secara tidak sadar, proses ini membuat Anda akan lebih paham terhadap budaya setempat. Berikut pejelasan yang lebih lengkap seputar topik ini.
Cara memesan tanpa bahasa yang sama
Situasi pertama yang biasanya pengunjung hadapi yaitu memesan hidangan tanpa bisa berbahasa Korea. Keadaan ini memaksa turis untuk tidak menggunakan kemampuan linguistik mereka. Cara sopan yang bisa dilakukan yaitu dengan menunjuk foto masakan secara perlahan yang ada di buku menu. Atau, pengunjung juga bisa membuat gestur tangan yang menyimbolkan angka masakan di menu. Momen seperti ini sering jadi bagian yang tak terlupakan, apalagi kalau ada kejadian lucu saat memilih pesanan.
Konsep side dish dan budaya berbagi
Banyak orang merasa terkejut saat berbagai side dish tiba-tiba datang bersamaan dengan pesanan mereka. Tanpa dipesan, hidangan ini langsung menjadi bagian dari pengalaman menyantap makanan khas Korea. Tidak perlu khawatir, pengunjung bukan berarti harus memakannya. Di sana, side dish sering diartikan agar tidak dimiliki satu orang, tapi untuk dibagi bersama. Jika ingin mencobanya, sangat disarankan agar side dish diambil seperlunya agar pengalaman kuliner lebih komplit.
Kecepatan pelayanan
Salah satu aspek yang membuat banyak pendatang kaget yaitu kecepatan pelayanan yang ada di semua tempat makan. Uniknya adalah hal ini bahkan juga terjadi saat di jam-jam sibuk. Anda bisa melihat pesanan diantar secara cepat dan meja segera dibersihkan. Lalu, pengunjung terus datang berganti tanpa banyak jeda. Ritme ini membuat wisatawan terpaksa untuk menyesuaikan durasi menyantap makanan khas Korea yang disajikan.
Etika makan sederhana
Ketika berkunjung, ada beberapa etika kecil yang perlu diingat saat hendak berwisata kuliner. Salah satu yang paling identik dengan warga lokal adalah bagaimana mereka menggunakan sendok dan sumpit. Biasanya, sendok dipakai untuk menyuap nasi dan sup. Sementara itu, sumpit cuma digunakan untuk mengambil lauk. Inilah yang jadi alasan mengapa kedua alat ini jarang dipakai secara bersamaan.
Aspek yang harus diperhatikan saat mencari makanan khas Korea yang halal
Untuk wisatawan Muslim, makanan khas Korea kadang mengandung bahan dasar yang tidak dibolehkan agama Islam untuk dikonsumsi. Jadi, mereka harus lebih berhati-hati dalam memilih. Tantangan ini bukan berarti akibatnya membuat liburan lebih sulit untuk dinikmati. Anda hanya harus sadar tentang beberapa aspek tambahan. Berkunjung ke negara ini menuntut pengunjung harus lebih memperhatikan detail-detail kecil, seperti simbol di buku menu atau tanda visual lain.
Turis cuma perlu tahu beberapa trik yang tepat agar proses mencari hidangan halal lebih mudah dilakukan. Jika Anda ingin terhindar dari salah mengkonsumsi makanan, maka bagian ini perlu dibaca secara seksama. Banyak orang mengira mereka perlu bisa berbicara memakai bahasa Korea agar bisa menghindari masalah ini. Padahal, wisatawan hanya harus tahu beberapa langkah mudah yang akan dibahas di bawah.
Memahami bahan yang perlu dihindari dalam masakan lokal
Paham tentang bahan-bahan masakan jadi langkah pertama sebelum melakukan wisata kuliner. Banyak orang pikir mereka cuma perlu menghindari daging babi. Padahal, ada kandungan lain seperti alkohol yang juga harus diwaspadai. Bentuknya sendiri bisa dalam saus, kaldu, atau bahkan bumbu fermentasi. Inilah jadi alasan kenapa wisatawan perlu membaca detail kandungan bahan di makanan khas Korea. Langkah sederhana ini bisa sangat membantu Anda dari memakan santapan yang dilarang.
Membaca menu, simbol, dan tanda visual di restoran
Tahu nama hidangan sering kali tidak cukup untuk paham terhadap kandungan yang ada. Maka itu, pengunjung Muslim harus juga sadar terhadap simbol-simbol atau tanda visual. Banyak tempat makan menampilkan ikon kecil seperti gambar babi, botol soju, atau gambar lain sebagai tanda bahan utama makanan khas Korea yang disajikan. Terkadang, memperhatikan tanda-tanda seperti ini lebih gampang dibandingkan membaca teks komposisi bahan dasar.
Istilah Muslim-friendly dan no pork
Ketika berjalan jalan di sekitar tempat makan, pengunjung pasti akan melihat istilah Muslim-friendly dan no pork. Banyak orang punya asumsi bahwa kedua istilah ini otomatis membuat makanan halal seutuhnya. Padahal, hal ini belum tentu benar. Istilah no pork sendiri berarti tidak ada daging babi di kandungannya. Masalahnya adalah masakan tersebut belum tentu tidak menggunakan alkohol atau bahan-bahan lain yang dilarang. Sementara, Muslim-friendly sendiri punya artian masakan tersebut memang mengikuti standar halal.
Tips berwisata kuliner yang perlu diketahui
Pengalaman mencoba makanan khas Korea tidak selalu berjalan dengan sempurna di tiap harinya. Masalah ini sering baru pengunjung sadari setelah beberapa hari berkeliling di sekitar kota. Akan ada hari ketika tiap sajian yang dicoba terasa enak di lidah, memberikan semangat untuk terus berkelana. Tetapi, ada juga hari saat pengalaman kuliner ini terasa kurang memuaskan. Hal ini bisa terjadi karena rasanya yang kurang pas, cuaca kurang mendukung, antrian panjang, dan masih banyak lagi.
Inilah yang menjadi alasan mengapa wisatawan perlu melihat pengalaman kuliner dari pendekatan yang lebih santai. Pengalaman ini baiknya dilihat sebagai fitur alami dari perjalanan, bukan sebagai target yang harus dicapai. Daripada mengejar untuk mencoba tiap makanan populer, pengunjung bisa memilih momen yang benar-benar tepat untuk menikmati santapan. Berikut tips wisata kuliner yang bisa dipertimbangkan:
- Memesan porsi secara kecil agar bisa mencicipi makanan khas Korea lebih banyak.
- Memilih tempat makan dari rekomendasi warga lokal.
- Memperhatikan masakan dengan tekstur yang Anda sukai, seperti renyah, kenyal, atau lembut.
- Menganalisa kebersihan jajanan street food.
Dapatkan perjalanan liburan menyenangkan bersama Sentosa Wisata
Setelah membaca artikel ini, wisatawan dapat paham bagaimana pengalaman kuliner bisa membuat liburan jadi semakin komplit. Bukan cuma memuaskan lidah, Anda juga dapat lebih paham tentang aspek budaya yang ada di warga sekitar. Misal, pengunjung bisa lebih tahu tentang etika-etika makan yang terdapat di budaya lokal. Hal ini membuat waktu mencoba makanan khas Korea lebih bermakna.
Setelah memahami tentang pengalaman kuliner yang ada, pembaca hanya perlu penyedia jasa tour ke Korea yang dapat diandalkan. Untungnya, Sentosa Wisata hadir untuk menjawab kebutuhan ini. Dengan beragam paket perjalanan yang ada, Anda hanya perlu memilih opsi yang paling cocok dari segi harga dan jadwal. Jadi, tunggu apalagi? Segera buat impian liburan jadi kenyataan dan buat pemesanan di website sekarang!


